Beternak hewan dan ikan

Harga Burung Kenari Anjlok

Harga Burung Kenari Anjlok


Harga burung kenari pada saat ini turun drastis tis.... Kenapa sampai demikian...? Ini hasil pemikiran penulis pribadi loh, jadi bukan hasil para breeder atau peternak, penghobi, ataupun dari hasil poling survey. Jadi menurut penulis, harga burung kenari anjlok di sebabkan oleh berbagai adanya penyebab. Mungkin ini akan berbeda dengan blog blog lainnya, mungkin blog lain akan menyebutkan hasil tersebut dari kajian, riset, penelitian, atau memang dari hasil survey. Menurut hasil analisa saya pribadi (maaf jika sudut pandang saya berbeda dengan penulis blog blog yang lain), harga burung kenari anjlok penyebabnya diantaranya yaitu

  1. Karena banyaknya para breeder atau peternak yang membudidayakan burung kenari. Dengan banyaknya para breeder pasti ada sebabnya. Tidak mungkin ada asap jika tidak ada api. Sudah pasti dan jelas, karena beternak burung kenari sangatlah menjajikan, karena mudah untuk diternakan, biaya pakan yang murah, dan hasil anakan harganya yang wah.... Dengan berasumsi demikian, harga anakan burung kenari pada waktu itu, harga anakan burung kenari lokal berkisar antara Rp.80.000-Rp.120.000, harga anakan burung kenari lokal super antara Rp.100.000-Rp.150.000, harga anakan burung kenari AF antara Rp150.000-200.000, harga anakan burung  F1 berkisar Rp.1.500.000-Rp.2.000.00. Belum lagi yang F2, F3 dan seterusnya. Sangat menggiurkan bukan harga anakan tersebut. Kemudian dengan slogan dengan hobi sekaligus menguntungkan, maka berjamurlah para breeder. Para breeder ini merasakan tidak adanya kesulitan dalam berternak, dalam bahasa gaulnya mudah diternak. Harga pakan yang murah, bayangkan saja, untuk konsumsi 2 ekor  burung kenari biayanya cuma sekitar Rp.30.000, jelas pasti untung.  Diumpamakan 1 pasang kenari hanya menghasilkan 2 ekor saja, kalikan aja dengan harga anakannya jenis apa, berapa ratus ribu atau berapa juta yang dihasilkan oleh peternak. Tapi jumlah burung yang dibudidaya ini tidak diimbangi dengan jumlah peminat, sehingga dengan banyaknya stock burung kenari yang banyak oleh peternak, maka para peternak menjual dengan harga murah. 
  2. Banyak peternak yang hanya memikirkan keuntungan semata, tanpa memperhatikan mutu dan kualitas burung kenari. Jelaslah..... jika mutu dan kualitas burung kurang bagus, maka akan ditinggalkan oleh konsumen. Yang namanya konsumen pasti akan mencari burung yang mutunya dan kualitasnya bagus, murah lagi..... hadeeeeech.... Indonesia banget.
  3. Banyaknya burung kenari impor yang masuk ke Indonesia, sehingga harga burung kenari anjlok. Kenapa burung impor yang masuk malah merusak harga burung kenari? Itu jelas dan pasti, sebab penulis yakin, kualitas burung kenari impor ini pasti telah diseleksi oleh pihak pengimpor, sehingga burung kenari impor mempunyai mutu dan kualitas yang lebih dibandingkan kenari lokal. Akibatnya burung kenari impor ini menggeser peminat kenari lokal, dikarenakan banyak yang minat kepada burung impor, dan kurangnya peminat burung kenari lokal, maka stock anakan burung yang belum didistribusikan menumpuk. Akibat stock yang menumpuk inilah pada akhirnya dijual dengan harga murah, dengan asumsi jika ditahan terus maka kemungkinan merugi semakin besar bagi peternak.
  4. Kurangnya memahami cara pemasaran, karena yang namanya manusia pasti tidak mungkin sempurna, pasti ada kelebihan dan kekurangan. Penulis akan memberikan contoh, dan penulis tidak akan mencotohkan orang lain, penulis akan mencontohkan diri sendiri. Penulis mempunyai hobi yang sama dengan para pembaca. Kenapa mempunyai hobi yang sama dengan pembaca? Karena penulis yakin, jika pembaca membaca blog ini, berarti pembaca mempunyai minat dan hobi yang sama, yaitu sama sama suka mendengarkan suara yang merdu dari suara burung, disamping suara, bulunya yang eksotis, dan macam macam lah alasannya. Tetapi jika tidak dibaca, penulis yakin, pembaca pasti akan menutup artikel ini. Oke... kembali ke laptop. Penulis juga seorang yang suka akan kemerduan dari suara burung kenari, dengan slogan mencari hobi tapi yang menguntungkan, maka penulis pun menjadi seorang breeder kecil kecilan, akan tetapi penulis hanya tau membeli dan merawat burung, akhirnya apa yang terjadi, burung kenari dirumah menumpuk, menjadi 20ekor, penulis bingung, mau jual kesiapa, harga jual berapa, juga plus minder ketika menghadapi seorang pembeli. Jadi itu hanyalah pengalaman pribadi penulis sebagai breeder.


Related : Harga Burung Kenari Anjlok

0 Komentar untuk "Harga Burung Kenari Anjlok"